Kamis, 30/10/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Surti Hartini, Kepala KPT Klaten Kegalauan pada Calo

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Kamis, 22/03/2012 06:00 WIB - William Adiputra JT

Kepala Kantor Perizinan Terpadu (KPT) Kabupaten Klaten, Surti Hartini merasa terusik oleh hadirnya “tamu tak diundang”.  Yang dimaksud tak lain adalah dua orang calo perizinan yang sering berkeliaran di kantornya. “Ini jelas mengganggu citra positif KPT yang ingin kami bangun bersama,” ujar Surti Hartini saat ditemui di kantornya, Senin (19/3) lalu.
Surti menyinyalir, setidaknya ada dua orang calo. Satu dari luar PNS, satunya lagi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain di luar KPT. Surti mengatakan, kemungkinan salah satu PNS tersebut merasa kenal dengan “orang  dalam”  KPT, sehingga berani menawarkan jasa sebagai calo perizinan usaha.
“Saya tidak yakin, calo perizinan itu dari kantor KPT, karena pegawai-pegawai di sini sudah sepaham dalam hal kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dalam bekerja,” ujarnya.
Modus yang digunakan salah satu PNS tersebut, jelas Surti,  dengan cara memakai istri pelaku untuk memasukkan surat syarat perizinan. Dari situlah, kecurigaan adanya praktik percaloan itu terkuak.
“Hari berikutnya saat petugas KPT ingin memverifikasi data ke tempat usaha, si pemilik usaha terkejut. Ia bilang hanya tahu beresnya saja, mengapa masih didatangi petugas?” ujar Surti mengisahkan.
Praktik calo, selain mencoreng citra KPT, menurut Surti juga merugikan pemohon izin sendiri. Pelaku usaha yang seharusnya tidak perlu mengeluarkan biaya,  akhirnya justru keluar biaya untuk jasa. “Kondisi ini jelas tidak sehat,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kejadian selanjutnya, tahun ini pihaknya akan melakukan sosialisasi pada para pelaku usaha di 13 kecamatan di Klaten.

William Adiputra JT