Minggu, 28/05/2017

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Ketua DPC Gerindra Solo Dihukum 4 Tahun


Jumat, 10/01/2014 19:50 WIB -

SEMARANG—Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Aris Nuryanto divonis hukuman 4 tahun penjara terkait kasus penipuan dan penggelapan uang tunai Rp 9,7 miliar. Vonis majelis hakim tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Semarang.
Vonis majelis hakim tersebut dibacakan dalam persidangan yang dilangsungkan, Kamis (9/1). “Menyatakan terdakwa bersalah, menjatuhkan hukuman empat tahun penjara,” kata Hakim Ketua Muhjari.

Menurut hakim, terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 juncto Pasal 64 KUHP. Dalam kasus tersebut, hakim menilai Aris telah menggunakan uang Rp 9,7 miliar dan tidak digunakan sebagaimana permintaan pemilik PT Raberindo Pratama, Gunawan Hadi, yakni untuk pembayaran pajak.
Pertimbangan lain hakim untuk menjatuhkan hukuman di antaranya hal yang memberatkan dan meringankan. Adapun hal yang memberatkan terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan tidak menyesali perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum serta memiliki tanggungan keluarga.
Menanggapi putusan itu, penasihat hukum terdakwa, Warsito S, menyatakan banding.
Menurut dia, hakim tidak mempertimbangkan beberapa fakta, seperti transfer uang Rp 4,2 miliar yang merupakan bagian dari penyelesaian perkara yang dialami pemilik PT Raberindo Pratama. “Ada bukti transfer dan itu benar dilakukan,” katanya.
Perkara penipuan dan penggelapan tersebut bermula dari laporan pemilik PT Raberindo Pratama, Gunawan Hadi. Gunawan yang sedang bermasalah dengan kasus pajak memperoleh tawaran dari Aris Nuryanto yang menjanjikan bisa menyelesaikan perkara tersebut.
Setelah mengeluarkan uang hingga Rp 9,7 miliar ternyata kasus tersebut tidak selesai, bahkan korban justru ditahan oleh Polda Jawa Tengah.
Terpisah, Sekretaris DPC Partai Gerindra Solo, NR Kurnia Sari mengatakan yang bersangkutan sudah dinonaktifkan sejak ditetapkan menjadi terdakwa. “Dia sudah nonaktif sejak ditetapkan menjadi terdakwa dalam kasus tersebut,” kata Kurnia kepada Joglosemar, Kamis (9/1), malam. Antara | Eko Susanto