Jumat, 31/10/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

KETIKA BANTUAN KERATON SURAKARTA DARI PEMERINTAH MACET Lirik Bantuan Unesco, Lewat Kerja Sama UMS dan Kampus Jerman

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Kamis, 14/03/2013 09:00 WIB - Ronald Seger Prabowo

Banyak jalan menuju Roma. Begitu, pepatah yang mengilhami Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, ketika bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Solo macet. Adalah Pengageng Sasana Wilapa, GKR Wandansari Koes Mortiyah, yang mempunyai gagasan untuk mencari bantuan dari pihak lain, termasuk dari lembaga dunia, Unesco.
Gusti Moeng—sapaan akrabnya—bercerita, rencana mengajukan bantuan ke Unseco itu, tak lepas dari adanya kerja sama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan salah satu kampus di Jerman. Lewat kampus itu, katanya, keraton bisa membuka akses minta bantuan ke lembaga dunia.
”Memang dari UMS yang mengajukan bantuan ke Unesco untuk keraton. Kalau tidak salah UMS sudah bekerja sama dengan salah satu universitas di Jerman. Mungkin UMS memandang keraton perlu dilestarikan, karena aset budaya Kota Solo,” katanya, kepada Joglosemar, Rabu (13/3).
Cara itu, katanya, terpaksa ditempuh, karena ia menganggap kepedulian pemerintah terhadap nasib keraton sangat kurang. ”Sebagian (permohonan bantuan) sudah diajukan ke Unesco. Lha bagaimana lagi, pemerintah sendiri nggak mau peduli, ya siapa lagi yang mau melestarikan keberlangsungan keraton,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, Keraton Surakarta punya andil besar terhadap pemerintah. Namun, ia merasa keraton tak dihargai. Indikasinya, ada keengganan pemerintah mengucurkan dana hibah ke keraton. ”Jika keberadaan keraton sudah dikuasai pemerintah tanpa diberi imbalan apa-apa ya nggak bisa. Saya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menjaga keraton. Saya menjadi Pengageng Sasana Wilapa yang ditugaskan trah Paku Buwono (PB) II-PB XIII. Kalau keraton enggak diperhatikan dari sekarang terus kapan lagi?,” ucapnya.
Selama ini, ia mengaku sudah memperjuangkan nasib kelestarian keraton dalam ber-
bagai forum, termasuk di DPR RI. Katanya, kemerdekaan Republik Indonesia tak lepas dari andil besar keraton. ”Kalau tidak saya suarakan di Dewan, bisa jadi keraton semakin dilibas. Saya merasa bertanggung jawab, jangan sampai ada pihak yang menjadi penghalang. Semisal saja, kira-kira patut enggak keraton dijadikan hotel. Nah, sampai kapan pun saya akan pertahan-
kan keraton,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, KP Winarno Kusumo, mengaku heran dengan sikap pemerintah yang tidak memperhatikan kondisi keraton. Menurutnya, banyak agenda keraton yang dijadikan sebagai agenda Pemkot Solo, namun tidak ada timbal baliknya.
”Seperti acara Mahesa Lawung kemarin ada di agenda Pemkot, namun tidak ada timbal baliknya ke keraton. Bahkan dana hibah pun juga tidak dicairkan. Keraton itu punya andil besar dalam kalender event milik Pemkot. Spertinya pejabat sekarang tidak mau memperhatikan kondisi dan keadaan keraton. Tapi kami sudah harus siap untuk berdikari,” paparnya.
Soal kekurangan gaji abdi dalem keraton, Winarno, me-
ngaku terus berupaya mencari dana itu. Sebagian gaji yang sudah cair didapatkan dari uang pribadi para sentana dalem. Ronald Seger Prabowo