Senin, 28/07/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Investor Asing Mendominasi Kepemilikan Saham di Bursa

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Senin, 01/10/2012 06:00 WIB - Dwi Hastuti

Keberadaan investor asing masih mendominasi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kendati demikian, kepemilikan saham oleh asing sebenarnya sudah mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi investor lokal alias domestik mengalami peningkatan.
Demikian disampaikan Kepala Unit Edukasi BEI, Dedi Priyadi. Ia mengatakan, selama kurun waktu empat tahun terakhir ini, kepemilikan saham di BEI oleh investor asing berangsur-angsur mengalami penurunan. Di tahun 2009, kepemilikan saham oleh asing di bursa mencapai 67,1 persen. Kemudian di tahun 2010, kepemilikan saham oleh asing di bursa mengalami penurunan menjadi 62,80 persen. Lalu di tahun 2011, kepemilikan saham oleh asing di bursa kembali menurun menjadi 59,86 persen. Dan hingga akhir Agustus 2012 kemarin, kepemilikan saham asing tinggal 59,29 persen.
“Meski proporsi kepemilikan saham oleh asing di bursa turun, tapi jumlahnya masih mendominasi,” terang Dedi, kemarin.
Sedangkan untuk kepemilikan saham oleh investor domestik justru selama empat tahun terakhir ini mengalami peningkatan meski masih di bawah kepemilikan asing. Di tahun 2009, kepemilikan saham oleh domestik di bursa mencapai 32,9 persen. Kemudian di tahun 2010, kepemilikan saham oleh domestik di bursa mengalami peningkatan menjadi sebesar 37,20 persen. Lalu di tahun 2011, kepemilikan saham oleh domestik di bursa menjadi 40,14 persen. Dan hingga Agustus 2012 kemarin, kepemilikan saham domestik di bursa menjadi 40,71 persen.
“Meski belum mendominasi kepemilikan saham di bursa, namun setidaknya setiap tahunnya investor domestik yang turut berpartisipasi dalam pembelian saham semakin meningkat. Kami berharap investor domestik semakin bergairah untuk melakukan perdagangan di BEI,” imbuhnya.
Aksi Beli
Sementara itu, Area Manager Indonesia Bagian Timur OSO Securities, Hilmy Noviar menambahkan, masih didominasinya kepemilikan saham oleh asing di bursa ini dipengaruhi banyak hal. Tidak dipungkiri lagi, investor asing itu memiliki dana yang besar. Sehingga menjelang pukul 16.00 WIB saat dilakukan penutupan bursa, tidak heran investor asing itu melakukan aksi beli maupun aksi jual. Dan biasanya, ketika asing melakukan aksi jual, investor domestik ini mengalami kepanikan.
“Dikhawatirkan ketika investor asing itu melakukan aksi jual besar-besaran akan terjadi capital loss. Secara psikologis investor domestik mengalami ketakutan dan ikut-ikutan menjual saham. Karena investor domestik itu memiliki keyakinan bahwa investor asing itu lebih peka membaca kondisi pasar,” kata Hilmy.
Begitu juga sebaliknya, jika investor asing itu melakukan aksi beli besar-besaran, investor domestik juga akan ikut beli. Padahal hal tersebut sebenarnya tidak perlu ditakutkan. “Jangan panik. Kalau investor asing jual, maka investor domestik bisa beli,” imbuhnya.
Sementara itu, sebagai informasi supaya dapat dimanfaatkan dan bisa menambah pengetahuan bagi investor. Sepanjang tahun 2012, terdapat 20 perusahaan yang memiliki harga jual terbesar atau market capitalization. Di antaranya Astra International Tbk, HM Sampoerna Tbk, Unilever Indonesia Tbk, Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk, Gudang Garam Tbk, Semen Gesik Tbk, United Tractors Tbk, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Bank Negara Indonesia Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, XL Axiata Tbk, Adaro Energy Tbk, Indofoood Sukses Makmur Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk, Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan Kalbe Farma Tbk.
Sedangkan untuk 20 perusahaan terbaik dari nilai penjualannya atau trading value di antaranya Astra International Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Bank Mandiri Tbk, Telekomunikasi Indonesia Tbk, United Tractors Tbk, Bank Central Asia Tbk, Bank Negara Indonesia Tbk, Bumi Resources Tbk, Perusahaan Gas Negara Tbk, Trada Maritime Tbk, Semen Gesik Tbk, Adaro Energy Tbk, Gudang Garam Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk, Indofoood Sukses Makmur Tbk, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Alam Sutera Realty Tbk, Energi Mega Persada Tbk, Harum Energy Tbk, dan Kalbe Farma Tbk.

 Dwi Hastuti