Minggu, 28/05/2017

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Chairun Nisa Diancam 20 Tahun


Kamis, 09/01/2014 01:11 WIB -

JAKARTA—Politisi Golkar, Chairun Nisa  diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Ia didakwa terlibat bersama bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam kasus suap penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Chairun Nisa dan Akil Mochtar didakwa menerima uang suap total  Rp 3,075 miliar yang diberikan Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih dan pengusaha Cornelis Nalau Antun.
“Dengan tujuan untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil Pilkada Kabupaten Gunung Mas,” kata Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pulung Rinandoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (8/1).

Gugatan hasil Pilkada Gunung Mas diajukan pasangan Alfridel Jinu-Ude Arnold Pisy dan Jaya Samaya Monong-Daldin. Kasus itu ditangani  Akil sebagai ketua merangkap anggota dan Maria F Indrati serta Anwar Usman sebagai anggota majelis.
Dalam dakwaan  Chairun Nisa, Hambit Bintih meminta permohonan keberatan dari kedua pasangan rivalnya ditolak, dan putusan hasil Pilkada dinyatakan sah, di mana Hambit Bintih sebagai pemenang.
 “Tanggal 20 September 2013 di rumah dinas Ketua MK, Hambit Bintih menemui Akil, mengutarakan permohonan bantuannya,” ujar jaksa KPK Pulung Rinandoro.
Akil menyampaikan agar permohonan Hambit dikomunikasikan dengan Chairun Nisa. Lalu 24 September 2013, Akil mengirim short message service (SMS) ke Chairun Nisa: “Besok sidang itu pemohon sudah ketemu saya langsung si bupatinya, saya minta lewat bu Anisa aja”.
“Akil  meminta Chairun Nisa, agar meminta Bintih menyediakan dana Rp 3 miliar dalam bentuk dolar US,” beber jaksa.
Atas permintaan itu, Chairun Nisa bertemu Hambit Bintih dan Cornelis Nalau Antun, 26 September 2013 di Hotel Borobudur Jakarta. “Chairun Nisa bersedia membantu dan meminta  disediakan dana Rp 3 miliar dalam bentuk dolar US, sambil menunjukkan SMS dari Akil Mochtar,” terang jaksa.
Cornelis menyanggupi, dan dan duit itu diserahkan Cornelis ke Hambit  2 Oktober 2013. Hambit juga memberikan duit Rp 75 juta ke Chairun Nisa di Bandara Cilik Riwut Palangkaraya sebagai imbalan atas bantuannya.
Saat itu, pukul 12.47 WIB, Chairun Nisa melalui SMS membuat janji dengan Akil,  akan datang ke rumah menyerahkan dana dari Hambit Bintih, yang dijawab Akil, “ya saya tunggu tapi jgn terlalu malam tks”. Pukul 21.00 WIB, Chairun Nisa mengambil uang dari Cornelis dan membawanya ke rumah dinas Akil di Jalan Widya Candra III Nomor 7. Sesaat kemudian, petugas KPK menangkapnya.
KPK mengamankan empat amplop berisi SGD 107.500 dan Rp 400.000, amplop berisi SGD 107.550 dan Rp 366.000, amplop berisi USD 22.000 dan amplop berisi SGD 79.000 atau keseluruhan senilai Rp 3 miliar dan ditemukan uang Rp 75 juta yang dibungkus kertas koran yang disimpan Chairun Nisa. Detik