Sabtu, 16/12/2017

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : [email protected]

Buruh Bangunan Tewas di Rumah Kosong


Jumat, 10/01/2014 19:57 WIB -

SRAGEN—Warga Dukuh Jenak, Kedung Upit, Sragen digegerkan dengan penemuan jasad seorang pemuda yang tewas di sebuah rumah kosong milik Karno (40), Selasa (7/1) siang lalu pukul 14.30 WIB. Pemuda bernama Indra Jefri (22) asal Kampung Baru, Binaji, Pasaman, Sumatra Barat itu ditemukan meregang nyawa di tempat tidur rumah milik pamannya tersebut.
Korban yang berprofesi sebagai tukang batu itu ditemukan oleh tetangganya bernama Tatik, warga Prayungan, Kedung Upit. Diduga kuat, pemuda yang merantau ke Jawa untuk menunggu dan memperbaiki rumah pamannya tersebut tewas akibat kankernya kambuh.
Informasi yang dihimpun di lapangan, korban sudah empat bulan bekerja memperbaiki rumah pamannya, Karno. Selain bekerja, kebetulan ia juga sekaligus diminta menunggui rumah itu lantaran pamannya sering bolak-balik ke Sumatra untuk mengurus usahanya di sana.
Menurut penuturan kerabatnya, sekitar dua minggu lalu, Karno berangkat ke Pekanbaru bersama keluarga untuk mengurus usahanya. Sedangkan korban ditinggal sendirian untuk menunggu dan menyelesaikan perbaikan rumah.
Tiga hari lalu Karno masih bisa menghubungi korban melalui HP-nya. Saat itu ia masih bisa bicara meskipun tidak begitu jelas. Karena curiga dengan kondisi keponakannya, Karno berusaha mengontak Tatik yang tinggal di sebelah rumah dan diminta untuk mengecek kondisi korban.
Saat menengok ke rumah Karno, ia mendapati korban sudah lemas dan tidak bisa bergerak. Sempat akan dibawa ke rumah sakit, namun kemudian diurungkan karena melihat kondisi korban sudah tak bernyawa.
Kapolsek Sragen Kota, AKP Parlan mewakili Kapolres AKBP Dhani Hernando mengatakan sesaat setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban. Jasad itu kemudian dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk dilakukan autopsi.
Menurutnya, hasil autopsi menyimpulkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Kemudian korban meninggal dikarenakan penyakit kanker paru-paru kronis. Bersamaan dengan keluarnya hasil autopsi, jasad korban langsung dimasukkan ke dalam peti dan diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. “Jenazah dibawa lewat jalur penerbangan dari Bandara Adi Sumarmo Solo pada jam penerbangan pukul 13.00 WIB kemarin,” ujarnya. Wardoyo