Minggu, 26/10/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Buah Impor Merebak, Buah Lokal Tetap Dicari

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Jumat, 30/03/2012 06:00 WIB - Dwi Hastuti

SOLO—Semakin maraknya buah impor yang masuk baik itu di pasar tradisional maupun di supermarket,  tidak mampu menggusur pasar buah lokal. Hal tersebut dikarenakan buah lokal maupun impor sudah memiliki pangsa pasar sendiri-sendiri.
Demikian diakui salah seorang pedagang buah segar di Pasar Buah Pasar Gede, Bu Yatmi. Ia mengatakan, memang buah yang dijual di Pasar Buah Pasar Gede ini ada yang dari lokal dan impor. Kalau di Solo dan sekitarnya sedang mengalami musim buah, maka pasokan buah lokal mampu mencapai 70 persen, kemudian yang 30 persen merupakan pasokan dari impor. “Contohnya seperti saat ini sedang musim duku dan manggis, jadi pasokan lokal lebih banyak,” kata Bu Yatmi saat ditemui di kiosnya, Kamis (29/3).
Untuk pasokan buah lokal ini sebagian besar berasal dari Jawa Timur. Kemudian setelah masuk di Pasar Buah Pasar Gede, buah akan disortir dan diklasifikasikan menurut kualitasnya. Setelah itu baru di kirim ke Kalimantan, Jakarta, Yogyakarta, Semarang serta di supermarket di Solo dan sekitarnya.
Untuk buah impor di pasok dari Jakarta yang berasal dari China, Mongol, Amerika dan Australia. Kalau untuk konsumsi keluarga, biasanya pembeli memilih buah lokal kecuali jeruk Mandarin. Meski buah lokal lebih mahal, namun konsumen menyukai lantaran tidak ada bahan pengawetnya. “Buah lokal itu kalau manis ya manisnya beneran, kemudian kalau asam itu memang asamnya buah,” imbuhnya.
Harga buah impor memang murah dan ada yang diberi bahan pengawet mengingat butuh waktu lama untuk sampai ke Indonesia. “Saat ini harga jeruk impor per kilogram yaitu Rp 13.000, sedangkan untuk jeruk lokal Rp 15.000 per kilogram,” katanya.  Meski demikian, pasar buah lokal tidak akan tergerus dengan buah impor.
Sementara itu, di Hypermart Solo Grand Mall (SGM) untuk pasokan buah impor yaitu sebanyak 50 persen dan buah lokal juga 50 persen. Untuk buah-buah lokal yang masuk di Hypermart SGM yaitu berupa nanas, pepaya, melon, buah naga, salak, jeruk, apel, per dan lain sebagainya. Barang-barang tersebut sebagian besar berasal dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berasal dari Solo dan sekitarnya.
Sedangkan untuk buah impor jenisnya mulai dari apel, jeruk, buah pir, dan sebagainya. Untuk buah-buah impor ini sebagian besar di pasok dari Amerika, Australia, dan Perancis. “Kalau dipersentase, permintaan buah impor itu 60 persen, kemudian sisanya yang 40 persen buah lokal,” terang Heri Susanto, Divisi Fresh Hypermart SGM.

Dwi Hastuti