Jumat, 20/10/2017

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : [email protected]

Anas Tak Akan Mbalela


Jumat, 10/01/2014 19:50 WIB -

JAKARTA—Tersangka gratifikasi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum dikabarkan tidak akan mbalela dan akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/1) hari ini. KPK rencananya akan memeriksa Anas untuk pertama kali dalam statusnya sebagai tersangka.
Kesediaan Anas memenuhi panggilan diungkapkan oleh loyalisnya Tri Dianto. Mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat itu menegaskan, Anas akan hadir dalam pemanggilan pada Jumat (10/1). “Insya Allah Mas Anas bisa, kemarin saya BBM kasih tahu ada panggilan. Mas Anas bilang oke,” papar Tri saat ditemui di Markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jakarta Timur, Kamis (9/1).
Menurutnya, surat panggilan tersebut telah sampai ke tangan Anas. Tri memastikan Anas dalam kondisi sehat dan tidak terganggu masalah kesehatan. “Kita siap hari Jumat besok (hari ini-red) menghadiri panggilan KPK. Rencana seluruh Indonesia akan beri dukungan moral dan spiritual,” ungkap Tri.
Namun pernyataan bertolak belakang disampaikan juru bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ma’mun Murod memastikan Anas tak akan memenuhi panggilan KPK pada Jumat (10/1) hari ini.  “Insya Allah tidak akan pernah datang,” kata Ma’mun. Ma’mun juga menegaskan kalau Anas akan ditemani para pendukungnya kalau ada tim KPK yang menjemput paksa. Anas mangkir dari panggilan Selasa (7/1) sebagai tersangka gratifikasi terkait proyek Hambalang.
Sementara itu, KPK diminta tak ragu menjemput paksa Anas Urbaningrum jika mangkir lagi. “Ambil saja sudah. Tidak ada alasan, wajib datang. Ini sesuai pasal 112 ayat 2 KUHAP,” terang pengamat hukum Asep Iriawan.
Asep yang pernah menjadi hakim di Pengadilan Negeri Jakpus ini menuturkan, alasan yang disampaikan kubu Anas ada kasus lain-lain tak masuk akal. Itu hanya mencari-cari alasan saja. “Kalau mau nanya, nanti tanya saja di KPK, jadi berbarengan dengan pemeriksaan,” imbuhnya.
Dari gedung KPK, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan materi redaksional surat pemanggilan ketiga untuk tersangka Anas Urbaningrum masih sama dengan dua surat sebelumnya. “Materi redaksional surat pemanggilan sama seperti sebelumnya,” kata Johan.
Permasalahan redaksional merupakan salah satu alasan yang membuat Anas mangkir memenuhi panggilan KPK. Redaksional dimaksud adalah judul surat pemanggilan KPK yang menginstruksikan Anas agar datang ke KPK terkait proyek Pusat proyek Hambalang dan proyek lainnya.
Pihak Anas beranggapan redaksional proyek-proyek lainnya tidak jelas sehingga panggilan KPK tidak perlu diindahkan. Anas dan pendukungnya berkeinginan agar KPK memberi judul yang jelas terhadap surat pemanggilan.
Meski begitu, Johan Budi mengatakan jika pihak Anas tidak berkenan dengan kata-kata “proyek lainnya” semestinya mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menempuh jalur hukum. Alasannya, surat itu berkekuatan hukum dan jika mempermasalahkannya tentu harus memilih upaya hukum bukan dengan mangkir dari pemanggilan oleh komisi antigratifikasi itu.
“Surat pemanggilan bukanlah buku yang butuh judul. Saya kira pemahaman-pemahaman terkait penyidikan itu sudah sesuai hukum yang berlaku.” kata Johan. Okezone | Antara | Detik